Penyebab Jerawat dan Risikonya Pada Kesehatan

Jerawat merupakan kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Penyebab jerawat ini dikarenakan hormon tertentu menyebabkan kelenjar penghasil lemak memproduksi minyak dalam jumlah lebih besar (sebum abnormal).

Sebum abnormal ini mengubah aktivitas bakteri kulit yang biasanya tidak berbahaya yaitu P. acnes, menjadi lebih agresif serta menyebabkan peradangan dan nanah. Hormon juga menebalkan lapisan dalam folikel rambut sehingga pori-pori jadi tersumbat. 

Jerawat biasanya muncul di wajah, dahi, dada, punggung atas, dan bahu karena area ini memiliki kelenjar minyak (sebaceous) paling banyak. Kemunculan jerawat bisa ditandai dengan beberapa gejala seperti:

  • Adanya benjolan kecil di atas kulit yang disebut papul.
  • Benjolan yang muncul berwarna kemerahan atau kuning (mengandung nanah).
  • Sensasi terbakar atau panas karena adanya peradangan.
  • Timbul rasa gatal pada benjolan tersebut.
  • 5 Penyebab Timbulnya Jerawat 

    Jerawat seringkali menjengkelkan karena muncul di waktu yang tidak tepat dan bisa mempengaruhi kepercayaan diri. Jika Anda adalah salah satu orang yang memiliki wajah sensitif dan rentan terhadap jerawat, simak beberapa penyebab jerawat berikut dan bagaimana mengatasinya.

    1. Mengonsumsi Makanan Pemicu Jerawat

    Menurut Journal of The Academy of Nutrition and Dietetics, mengonsumsi karbohidrat olahan dapat menjadi penyebab jerawat. Karbohidrat olahan diserap dengan cepat ke dalam aliran darah, yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Ketika gula darah naik akan meningkatkan kadar insulin yang membuat hormon androgen lebih aktif.

    Oleh sebab itu, penting untuk Anda mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayuran segar serta minum secara cukup. Agar mengurangi peradangan, konsumsi makanan yang kaya akan vitamin C dan beta karoten. 

    Baca juga:Jerawat di Dagu : Penyebab dan Solusinya

    2. Penyebab Jerawat: Genetik atau Faktor Keturunan

    Penyebab jerawat juga bisa dipicu oleh faktor keturunan atau genetik. Jika salah satu anggota keluarga cenderung berjerawat, maka Anda akan mungkin mengalami jerawat. Jerawat batu misalnya yang salah satu faktornya adalah genetik.

    Bahkan, kemungkinan seseorang mengalami jerawat akan lebih tinggi jika faktor dari orang tua yang cenderung mudah berjerawat. Faktor keturunan ini berperan dalam kemampuan folikel untuk menjadi tahan jerawat di masa dewasa.

    3. Kualitas Udara yang Buruk

    Dilansir dari Journal of Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology, kualitas udara yang buruk bisa menjadi penyebab jerawat atau iritasi kulit. 

    Saat berada di luar rumah, kotoran seperti debu mudah menempel di wajah sehingga bakteri seperti Propionibacterium Acnes mudah berkembang biak. Selain itu, paparan radiasi ultraviolet bisa memengaruhi penuaan kulit ekstrinsik dan menimbulkan kanker kulit.

    Lalu, apa yang bisa Anda lakukan? Sangat penting untuk membersihkan wajah sehari dua kali secara rutin agar kotoran di wajah tidak menempel. Saat di luar ruangan, usahakan untuk menggunakan sunscreen untuk mencegah terjadinya peradangan pada kulit. Selain itu, sunscreen juga bisa menenangkan ruam atau rasa gatal yang diakibatkan jerawat.

    Penggunaan makeup yang berlebih juga bisa menyumbat pori-pori yang memicu breakout di wajah. Oleh sebab itu, batasi pemakaian makeup saat kulit sedang sensitif dan hindari penggunaan produk yang mengandung parfum dan bebas minyak.

    4. Stres Bisa Jadi Penyebab Jerawat

    Penyebab jerawat selanjutnya adalah datang dari stres. Stres memang tidak langsung menyebabkan jerawat, namun bisa memicu perubahan hormonal yang memperburuk jerawat pada orang yang sudah rentang terhadap jerawat. Proses penyembuhan luka seperti jerawat jadi lebih lama dan tingkat keparahannya jadi rentan. 

    Saat stres, hormon kortisol akan meningkat dan memicu peradangan pada tubuh. Ini termasuk merusak struktur dan fungsi kulit. Jadi, usahakan ya untuk istirahat secara cukup dan menghindari stres berlebih agar terhindar dari timbulnya jerawat.

    5. Ketidakstabilan Hormon

    Hormon estrogen berperan terhadap naik turunnya hormon. Jika kadarnya terlalu rendah, maka hormon ini bisa menyebabkan jerawat. Ketika meningkat, hormon ini dapat memicu kelenjar minyak jadi lebih aktif. Selain itu, hormon progesteron dan androgen juga dapat memicu pertumbuhan jerawat karena kadarnya yang berlebih.

    Ketidakstabilan hormon ini dipicu oleh beberapa kondisi seperti pubertas, menstruasi, Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS), dan stres. Untuk itu, Anda harus menjaga kebersihan kulit. Produk perawatan kulit seperti toner dapat membantu menghilangkan minyak berlebih, sekaligus mengecilkan pori-pori. 

    Jika kulit cenderung kering, maka jangan lupa oleskan pelembab yang bebas minyak serta bersifat non comedogenic agar jerawat Anda tidak semakin parah. 

    Jerawat yang disebabkan hormon juga bisa diatasi dengan pil KB. Seperti Pil KB Elsza yang merupakan pil KB premium dengan kandungan Cyproterone Acetate yang bisa mengobati jerawat parah dan menghaluskan kulit Anda.

    Baca juga:9 Cara Menghilangkan Jerawat dengan Kebiasaan Mudah

    Nah, kini Anda sudah tahu apa saja yang menjadi penyebab jerawat dan risiko terhadap kesehatan. Mulai sekarang, yuk usahakan untuk menghindari kebiasaan yang bisa menimbulkan jerawat! Agar wajah tetap bersih, mulus, dan terbebas jerawat.