Memahami Fase Siklus Menstruasi Normal & Tidak Normal

Pada umumnya, setiap wanita yang sudah puber akan mengalami menstruasi. Meski demikian, rupanya tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi secara teratur setiap bulannya. Beberapa diantaranya selalu datang tepat waktu, dan lainnya tidak bisa diprediksi.

Hal ini disebabkan karena kondisi tubuh dan masa ovulasi tiap wanita yang berbeda-beda. Lalu, bagaimana perbedaan siklus menstruasi yang normal dan tidak normal?

Siklus Menstruasi Normal

Siklus menstruasi dapat dihitung dimulai dari hari pertama saat menstruasi hingga hari pertama berikutnya. Namun, siklus menstruasi setiap wanita tidaklah sama.

Menurut NHS, periode menstruasi rata-rata yang dialami adalah 28 hari. Siklus teratur yang lebih lama atau lebih pendek dari ini, adalah 21 hingga 40 hari. Untuk periode menstruasi yang normal berlangsung selama 2-7 hari.

Misalnya, menstruasi sebelumnya terjadi pada tanggal 30 Maret dan hari pertama menstruasi selanjutnya adalah 23 April, maka siklus menstruasi Anda adalah 25 hari. Hitungan inilah yang bisa Anda jadikan sebagai patokan untuk menentukan tanggal menstruasi selanjutnya.

Perlu Anda ketahui bahwa wanita akan memiliki siklus menstruasi normal 1 bulan sekali dengan total 11-13 kali menstruasi dalam 1 tahun kalender. Nah, siklus ini akan terus berulang hingga Anda memasuki usia menopause atau ketika tubuh sudah tidak memproduksi sel telur lagi.

Beberapa tahun pertama menstruasi dimulai, biasanya siklus yang dialami seseorang akan cukup lama. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Siklus tersebut akan memendek dan lebih teratur seiring bertambahnya usia.

Untuk siklus menstruasi normal biasanya akan ditandai dengan durasi yang sama setiap bulannya. Namun, 10 tahun menjelang menopause, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur lagi.

Baca juga: 5 Cara Alami untuk Atasi Nyeri Haid

Siklus Menstruasi Tidak Normal

Bila siklus menstruasi Anda berubah dari waktu ke waktu atau disertai dengan gejala lainnya, maka Anda perlu mewaspadainya. Terutama hal ini berkaitan dengan peluang untuk mendapat kehamilan. Untuk itu, simak beberapa ciri menstruasi yang tidak normal, seperti berikut ini:

  • Berlangsung kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.
  • Menstruasi tidak berlangsung secara berturut-turut setiap bulannya. Bagi wanita yang tidak mengalami menstruasi selama 3 periode berturut-turut atau belum mengalami menstruasi sejak berusia 15 tahun, maka ini bisa menjadi tanda dari amenorrhea.
  • Darah yang keluar sangat sedikit atau sebaliknya.
  • Darah yang keluar lebih dari 7 hari.
  • Menstruasi terjadi di tengah-tengah siklus, saat setelah berhubungan seks atau setelah masa menopause.
  • Menstruasi berhenti selama lebih dari 90 hari padahal tidak dalam kondisi hamil.
  • Baca juga: Anemia Saat Menstruasi? Pil KB Bisa Membantu

    Menstruasi yang tidak normal juga biasanya disertai dengan gejala lain yang membuat Anda tidak nyaman beraktivitas, seperti:

  • Volume darah yang keluar tidak normal atau sangat banyak. Jika kamu membutuhkan satu atau lebih banyak pembalut selama waktu singkat, ini bisa menjadi tanda dari menorrhagia.
  • Dismenoreatau nyeri menstruasi adalah hal yang wajar. Namun, jika nyeri yang dialami sangat hebat sehingga Anda tidak bisa beraktivitas sewajarnya, ini bisa menjadi tanda dari siklus menstruasi yang tidak normal.
  • Mengalami pusing yang disertai denyut nadi yang cepat.
  • Mengalami demam.
  • Diare atau muntah yang berlebihan.
  • Melansir dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), siklus menstruasi yang tidak teratur pada beberapa wanita bisa diatasi dengan penggunaan pil KB. Pil Elsza adalah salah satu pil KB yang bisa membantu mengatur siklus menstruasi Anda dan efektif mencegah kehamilan dengan kandungan Cyproterone Acetate dan Ethinylestradiol.

    Semoga sekarang Anda sudah lebih memahami perbedaan dan ciri-ciri fase siklus menstruasi normal dan dapat mengantisipasi jika ternyata siklus yang dialami tidak normal.