Kenali Dysmenorrhea, Nyeri Perut Selama Menstruasi

Dysmenorrhea adalah istilah medis untuk nyeri pada bagian perut bawah tepat sebelum atau saat siklus menstruasi yang disebabkan oleh kontraksi rahim. Normalnya, wanita akan mengalami dysmenorrhea ringan selama 1 sampai 2 hari setiap bulannya.

Namun, bagi beberapa wanita, rasa sakitnya bisa terjadi sangat parah hingga mengganggu aktivitas harian. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Usia masih di bawah 30 tahun.
  • Memiliki riwayat menstruasi pertama kali saat usia 11 tahun atau lebih.
  • Jumlah darah yang keluar saat haid berlebihan atau lebih dari 7 hari (menorrhagia).
  • Perdarahan berlebih selama menstruasi (metrorrhagia).
  • Ada riwayat nyeri haid parah di keluarga.
  • Memiliki berat badan berlebih atau kurang.
  • Sering mengonsumsi minuman beralkohol atau kebiasaan merokok.
  • Ada dua jenis dysmenorrhea yaitu primer dan sekunder. Dysmenorrhea primer mengacu pada nyeri berulang, sedangkan dysmenorrhea sekunder disebabkan oleh gangguan sistem reproduksi.

    Pada banyak wanita dengan dysmenorrhea primer, nyeri haid menjadi berkurang seiring bertambahnya usia. Jenis nyeri haid ini juga bisa membaik setelah melahirkan.

    Baca juga: 5 Cara Alami untuk Atasi Nyeri Haid

    Gejala Dysmenorrhea

    Sebenarnya setiap wanita mengalami gejala nyeri haid yang berbeda-beda. Namun, secara umum ada beberapa gejala dari dysmenorrhea, yaitu:

  • Nyeri atau kram pada bagian perut bagian bawah yang bisa menyebar ke bagian punggung bawah dan juga paha bagian dalam.
  • Muncul 1-2 hari sebelum menstruasi atau saat menstruasi akan tiba.
  • Rasa sakitnya konstan dan intens.
  • Meskipun begitu, beberapa wanita juga mengalami gejala lain yang muncul sebelum ataupun saat menstruasi datang. Beberapa gejala tersebut, yakni:

  • Diare
  • Perut kembung
  • Mual dan muntah
  • Pusing atau sakit kepala
  • Lesu, lemah dan tak bertenaga
  • Jika nyeri berlebihan terjadi selama 3 siklus menstruasi dan disertai gumpalan darah yang keluar dari vagina, atau nyeri saat berhubungan seks, Anda perlu mewaspadainya. Sebab, gejala tersebut bisa jadi pertanda penyakit pada organ reproduksi seperti endometriosis atau radang panggul.

    Penyebab Dysmenorrhea

    Dysmenorrhea bisa disebabkan oleh banyak hal, tergantung dari jenisnya. Seperti pada nyeri perut dysmenorrhea primer yang terjadi karena kontraksi otot rahim.

    Kontraksi otot rahim dipicu dari meningkatnya hormon prostaglandin sebelum menstruasi. Kontraksi otot yang terlalu kuat bisa menekan pembuluh darah yang ada di sekitar. Hal ini menyebabkan suplai oksigen ke rahim menjadi terhambat. Rendahnya suplai oksigen yang ada di dalam rahim inilah yang bisa memunculkan kram atau rasa sakit sebelum ataupun selama menstruasi.

    Sementara, dilansir dari Journal of Dysmenorrhea, dysmenorrhea sekunder bisa disebabkan beberapa kondisi, yakni:

  • Endometriosis: Disebabkan pertumbuhan jaringan yang melapisi rahim di bagian tubuh lain seperti ovarium atau tuba falopi.
  • Fibroid rahim: Tumor jinak yang muncul di bagian atas atau di dalam otot rahim. Tumor ini bisa berkembang pada ukuran tertentu.
  • Adenomiosis: kondisi langka saat jaringan yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh menembus dinding rahim (miometrium). Hal ini menyebabkan pendarahan menstruasi lebih lama dan lebih berat.
  • Penyempitan serviks atau stenosis serviks: Kondisi penyempitan serviks bahkan tertutup. Kondisi ini bisa menghambat aliran darah menstruasi menuju vagina.
  • Penyakit radang panggul (PID): Diakibatkan adanya infeksi bakteri pada organ reproduksi wanita.
  • Baca juga: 5 Fakta Seputar Pil KB yang Ternyata Bisa Membuat Kulit Mulus

    Mencegah & Cara Mengobatinya 

    Walaupun tidak ada langkah pasti dalam mencegah dysmenorrhea, namun Anda dapat mengurangi rasa sakit intensnya dengan makan dan berolahraga secara teratur.

    Untuk meredakan nyeri dysmenorrhea, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen. Selain itu, dilansir dari Cleveland Clinic, Anda juga bisa mengobati dysmenorrhea dengan mengonsumsi kontrasepsi hormonal seperti pil KB. Pil Elsza adalah salah satu pil KB yang bisa Anda jadikan opsi untuk meredakan nyeri haid karena kandungan hormon di dalamnya yang bisa mengurangi jumlah hormon prostaglandin.

    Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa membantu meringankan dysmenorrhea saat haid, ya!