Ingin Punya Anak Perempuan atau Laki-laki? Rencanakan dengan Cara Ini

Punya anak perempuan atau laki-laki itu memang sama saja baiknya, Moms. Tapi, wajar-wajar saja jika ada pasangan suami istri yang ingin merencanakan jenis kelamin anak mereka karena didasari oleh berbagai pertimbangan. Jika Moms dan pasangan juga ingin merencanakan jenis kelamin bayi dalam kandungan, berikut beberapa cara yang bisa dicoba untuk mewujudkannya.

1. Cara Alami Merencanakan Jenis Kelamin Bayi

Metode ShettlesDalam buku How to Choose the Sex of Your Baby, Landrum B. Shettles, MD, PhD menyatakan bahwa sel sperma yang memiliki kromosom X dan Y memiliki perbedaan karakteristik. Sperma X (pembawa kromosom X untuk gender perempuan) bergerak lebih lambat dan memiliki waktu hidup lebih lama, sedangkan sperma Y (pembawa kromosom Y untuk gender laki-laki) bergerak lebih cepat dan memiliki waktu hidup lebih singkat. 

Berdasarkan karakteristik tersebut, Moms yang ingin mendapatkan anak perempuan bisa melakukan hubungan antara 2 sampai 4 hari menjelang masa ovulasi. Jadi ketika ovulasi terjadi, sel sperma yang masih tertinggal di dalam rahim adalah sperma X. Sebaliknya, jika ingin anak laki-laki, lakukan hubungan sedekat mungkin dengan masa ovulasi agar sperma Y—yang gerakannya lebih lincah, lebih dulu tiba dan membuahi sel telur.

Metode Asam-BasaKondisi pH vagina pada saat pembuahan terjadi juga bisa mempengaruhi jenis kelamin bayi dalam kandungan. Dalam kondisi pH asam, sperma Y akan bergerak lebih lambat sehingga sperma X akan tiba lebih dulu dan membuahi sel telur. Kalau ini terjadi, jenis kelamin bayi yang akan dikandung adalah perempuan. Sebaliknya, dalam kondisi pH vagina basa, sperma Y akan bergerak cepat sehingga berhasil lebih dulu membuahi sel telur.

Cara alami untuk mengondisikan pH vagina adalah dengan mengonsumsi jenis-jenis makanan tertentu selama beberapa saat menjelang melakukan hubungan intim. Moms ingin punya gadis kecil? Konsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium dan magnesium seperti susu dan aneka produk olahannya, telur, dan nasi merah. Ingin punya jagoan cilik? Konsumsi makanan yang banyak mengandung potasium seperti pisang, daging merah, dan camilan asin. 

2. Cara Ilmiah Merencanakan Jenis Kelamin Bayi

Preimplantation Genetic Diagnosis (PGD)PGD atau diagnosis genetik preimplantasi adalah prosedur yang dilakukan sebelum melakukan penanaman sel embrio ke dalam rahim melalui program bayi tabung (in-vitro fertilization). Tujuan utama PGD adalah untuk membantu mengidentifikasi cacat genetik yang terdapat di dalam embrio walaupun prosedur ini juga bisa digunakan untuk merencanakan jenis kelamin bayi. 

PGD dilakukan dengan cara meneliti sejumlah embrio (sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma) di dalam laboratorium. Melalui sampel yang diambil dari masing-masing embrio, peneliti bisa mengidentifikasi jenis kelamin dan kondisi genetik lainnya pada embrio. Selanjutnya, dokter akan menanam embrio yang dikehendaki di dalam rahim dan membekukan sisanya untuk digunakan di kemudian hari. 

2. Metode Seleksi SpermaDalam metode ini, dokter akan mengambil sampel sperma dari pria untuk kemudian memisahkan sel sperma yang mengandung kromosom X dan Y. Selanjutnya, sel sperma yang dikendaki akan dimasukkan ke dalam rahim melalui prosedur inseminasi buatan.

Alternatif lain, sel sperma tersebut akan dipertemukan terlebih dahulu dengan sel telur di dalam laboratorium melalui prosedur bayi tabung. Baru selanjutnya, embrio yang terbentuk akan ditanamkan ke dalam rahim. 

Nah, kira-kira metode mana yang akan Moms pilih?