Hobi Makan yang Manis-manis? Ini Dampak Buruknya bagi Kesehatan

Konsumsi makanan manis seperti permen, cokelat, dan kukis memang ampuh untuk mengatasi mood yang berantakan. Tapi hati-hati Moms, selain bisa meningkatkan risiko gigi berlubang, masih ada banyak dampak buruk makanan manis lainnya bagi kesehatan. Berikut beberapa di antaranya:

Melemahkan Kekebalan Tubuh Ingin punya tubuh kuat dan tidak gampang sakit? Batasi konsumsi gula sehari-hari, Moms. Riset terbaru membuktikan adanya pengaruh makanan manis terhadap imunitas tubuh. Berdasarkan penelitian, konsumsi 75-100 gram gula bisa melemahkan kemampuan sel darah putih dalam memerangi bakteri hingga 50%. Efek penurunan kekebalan tubuh ini menetap hingga 5 jam setelah konsumsi gula.

Tingkatkan Risiko DiabetesTerlalu banyak mengonsumsi gula akan mengakibatkan tubuh bekerja ekstra keras menggunakan hormon insulin untuk mengubah gula menjadi energi. Jika kondisi ini terjadi terlalu sering dan dalam jangka waktu lama, pada akhirnya sel-sel tubuh akan mengalami resistensi insulin (tidak dapat menggunakan hormon insulin secara efisien) sehingga gula menumpuk di dalam darah. Inilah yang dinamakan sebagai diabetes tipe 2. Moms tahu kan, kalau diabetes tipe 2 adalah salah satu faktor pemicu terjadinya stroke dan serangan jantung?

Kekuatan Tulang MenurunEfek negatif mengonsumsi makanan manis selanjutnya menyerang kekuatan tulang. Kesimpulan tersebut terungkap dalam sebuah riset yang dilakukan di University of Medicine and Dentistry of New Jersey. Menurut peneliti, konsumsi gula bisa mengurangi penyerapan kalsium di dalam usus. Padahal, kalsium merupakan salah satu komponen yang penting digunakan untuk membentuk sel-sel tulang. Ini terutama berbahaya bagi perempuan yang sudah mendekati masa menopause, di mana risiko penyakit pengeroposan tulang (osteoporosis) lebih tinggi karena penurunan kemampuan tubuh membentuk sel-sel tulang.

Tingkatkan Risiko DepresiKonsumsi makanan manis memang bisa memicu produksi hormon dopamin dan serotonin yang menghadirkan perasaan bahagia. Tapi jika asupan gula berlebihan, risiko konsumsi makanan manis adalah meningkatkan kemungkinan munculnya gangguan psikis berupa depresi. Pasalnya, konsumsi gula terlalu banyak bisa mengakibatkan kerusakan neurotransmitter (zat yang menjadi perantara komunikasi antar sel saraf) pada otak yang berfungsi menstabilkan mood. Akibatnya, tekanan psikis yang dialami bisa lebih mudah berkembang menjadi depresi.

Pengaruhi Sistem ReproduksiPengaruh makanan manis pada tubuh adalah meningkatnya produksi hormon insulin untuk membantu sel-sel tubuh memproses gula. Selain diubah menjadi energi, tubuh juga akan mengubah gula menjadi cadangan lemak. Peningkatan produksi insulin dan jumlah cadangan lemak ini amat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh.

Padahal, keseimbangan hormon tubuh erat kaitannya dengan efektivitas kerja organ reproduksi dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Menurut penelitian, kondisi obesitas dan kadar gula darah tinggi berhubungan dengan ditemukannya gangguan PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) pada perempuan dan impotensi pada pria. Kedua gangguan pada sistem reproduksi ini bisa menghambat keberhasilan program hamil, Moms. Makanya, mulai sekarang, yuk batasi konsumsi gula supaya kesehatan keluarga tetap terpelihara.