Fakta Soal Jatuh Cinta Yang Buat Tersenyum

Moms pasti setuju kalau cinta adalah hal yang selalu menarik untuk dibahas. Cinta merupakan sumber inspirasi yang tak pernah habis. Tak heran kalau novelis, penyair, penulis skenario film, ilustrator, pencipta lagu, dan lainnya menjadikan cinta sebagai tema utama karya-karya mereka. 

Moms tentu pernah mengalami jatuh cinta. Berjuta rasa muncul saat itu terjadi. Dari berbagai rasa yang muncul, jatuh cinta ternyata memiliki fakta yang bisa membuat Moms tersenyum, lho. 

1. Memeluk pasangan bisa meredakan stresSalah satu ekspresi cinta yang biasa dilakukan adalah dengan memeluk pasangan. Dengan melakukan pelukan Moms telah memperkuat ikatan emosional dan fisik dengan pasangan. Secara kasat mata, tindakan memeluk pasangan memang bentuk dekapan romantis. Namun, sebenarnya memeluk pasangan juga bermanfaat bagi kesehatan. 

Dari pelukan suasana hati seseorang kerap lebih baik dan tenang. Efek ini bisa meredakan stres dan depresi seseorang. Tekanan yang dirasakan seseorang bisa jadi berkurang. Rasa cemas terhadap masalah yang dihadapi bisa lebih diatasi. Sehingga bisa membuat seseorang lebih rileks.

Mengapa pelukan bisa membuat seseorang lebih rileks? Saat berpelukan, kita melepaskan hormon oksitoksin. Pelepasan hormon oksitosin ini dapat meningkatkan suasana senang, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan rasa kasih sayang, dan menurunkan tekanan darah seseorang. Sehingga hati dan pikiran bisa lebih tenang dan lebih baik saat mendapatkan pelukan. 

2. Tak hanya manusia yang menganut monogamiSetia dengan satu pasangan atau monogami ternyata juga kerap dilakukan oleh hewan. Dalam banyak kisah, perilaku monogami hewan-hewan ini juga kerap dijadikan simbol cinta dan kasih sayang. Hewan seperti angsa dan merpati sering dijadikan sebagai cermin romantisme dan kesetiaan dengan pasangan. Selain dua hewan di atas, ada berang-berang, buaya, serigala, penguin, burung hantu, dan kupu-kupu. Hewan-hewan tersebut setia dengan pasangannya. Hanya maut yang bisa memisahkannya. 

Perilaku monogami memang memiliki manfaat kesehatan dan kebahagiaan yang lebih baik dibandingkan dengan perilaku poligami atau hidup tanpa pasangan. Penelitian menunjukkan hidup setia dengan pasangan dapat menekan depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mampu meningkatkan kesehatan jantung.  

3. Detak jantung pasangan bersinkronisasiMoms mungkin pernah merasakannya. Jantung berdegup kencang saat bertemu dengan si pujaan hati. Tingkah laku Moms juga tiba-tiba menjadi kikuk. Orang yang sedang jatuh cinta senantiasa akan mengalami reaksi tubuh tersebut. Mengapa? Sebab saat kita melihat pujaan hati di depan mata, hormon adrenalin kita akan meningkat pesat. Meningkatnya hormon adrenalin inilah yang menyebabkan jantung kita tiba-tiba berdebar kencang. 

Menurut penelitian disebutkan bahwa jatuh cinta memiliki manfat positif bagi pelakunya. Dengan jatuh cinta seseorang bisa mengendalikan rasa sakit dengan lebih baik, rasa cemasnya berkurang, pola pikir dan sikapnya jadi lebih positif. Kebahagiaan yang dialami orang yang sedang jatuh cinta ini tentu akan membuat kesehatan tubuh dan psikisnya lebih baik. 

4. Menikah kembali kini menjadi trenKebahagiaan akan lebih lengkap saat kita menjalani hidup dengan pasangan. Hidup kita bisa lebih berarti. Ada rekan untuk saling berbagi. Ego akan lebih bisa diredam. Sikap bijak dan dewasa juga akan semakin tumbuh saat kita hidup dengan pasangan. Makanya, tak sedikit orang yang pernikahannya sempat kandas, berusaha untuk menemukan pasangan hidup kembali. 

Dengan merajut hidup bersama pasangan kembali, seseorang akan melatih dirinya untuk memahami arti cinta sejati. Menikah kembali juga akan membuat seseorang lebih bersyukur dengan kehidupannya hari ini. 

5. Cinta meringankan penyakit kronisCinta adalah kekuatan ajaib yang mampu menyembuhkan penyakit kronis seseorang. Nggak percaya? Hormon oksitosin yang dihasilkan dari jatuh cinta akan membangun emosi positif, meredakan stres dan depresi. Rasa bahagia dan emosi positif ini akan menguatkan jiwa seseorang. Sehingga ia lebih optimis dalam menjalani hidupnya meskipun sedang menderita penyakit kronis. Emosi positif sering menjadi stimulus bagi sembuhnya seorang penderita penyakit kronis.  Sekarang Moms tahu kan, fakta kekuatan cinta terhadap kehidupan seseorang. Makanya, selalu hadirkan cinta untuk pasangan dan anak-anak di rumah ya, Moms.