Body Image Positif: Kunci Mencapai Kepuasan Bercinta

Body image positif atau sikap menghargai tubuh sendiri adalah salah satu unsur penting yang semestinya menjadi bagian dari jati diri seorang perempuan, Moms. Menurut konselor perkawinan, memiliki body image positif bukan saja penting untuk memupuk rasa percaya diri dan menghindari masalah mental seperti depresi, tetapi juga penting untuk mencapai kebahagiaan dalam perkawinan. Tahukah Moms apa penyebabnya?

Standar Kecantikan yang Tidak RealistisKonstruksi sosial yang memberlakukan standar kecantikan tertentu pada tubuh perempuan mengakibatkan banyak di antara kita terobsesi memiliki bentuk tubuh ideal yang seringkali tidak realistis. Mulai dari hidung lancip sempurna ala selebritas Korea, kulit mulus seperti model di papan reklame, sampai organ genital yang selalu kencang meski sudah berkali-kali melahirkan.

Obsesi akan bentuk tubuh ideal ini terungkap dalam acara Pillow Talks with Andalan: The Untold Facts of Intimate Beauty, yang digelar oleh Andalan Feminine Care beberapa waktu lalu, Moms. Dalam acara tersebut terungkap hasil survey bahwa 52% responden perempuan sengaja menolak hubungan seksual karena merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Sedangkan 13% lainnya hanya mau melakukan hubungan intim dalam keadaan gelap karena merasa tidak percaya diri.

Pentingnya Memiliki Body Image PositifHasil survey tersebut menunjukkan bahwa body image negatif adalah penghalang terbesar yang bisa menghalangi pencapaian kepuasan bercinta dengan pasangan. Jangankan untuk mencapai puncak kenikmatan bercinta alias orgasme, sekadar mengawali aktivitas seksual saja sudah menghadapi banyak hambatan.

Ann Kearney-Cooke, Ph.D, psikolog dan direktur di Cincinnati Psychotherapy Institute, Amerika Serikat, menyatakan bahwa rasa malu dan tidak nyaman terhadap tubuh sendiri biasanya akan membuat perempuan cenderung menghindari kedekatan secara fisik. Kalaupun sampai terjadi hubungan seksual, body image negatif amat berpotensi menurunkan level kenikmatan saat bercinta. 

Perempuan yang memiliki body image negatif akan terlalu sibuk memikirkan penampilan tubuhnya alih-alih memenuhi hasratnya ataupun merespon kebutuhan pasangan saat bercinta. Alternatif posisi bercinta yang asyik tak akan dilakukan apabila berisiko memperlihatkan bagian tubuh yang tidak disukai. Alhasil, hubungan intim dilakukan dengan separuh hati sehingga terasa hambar.

Cara Mencapai Body Image PositifLantas bagaimana caranya mengoreksi cara pandang yang terlanjur negatif terhadap tubuh sendiri? Beberapa langkah berikut ini bisa menjadi solusi. 

Alihkan pikiran.  Sadari setiap kali Moms berpikir atau melontarkan kata-kata negatif terhadap tubuh sendiri. Sesegera mungkin, alihkan pikiran negatif pada sesuatu yang positif. Misalnya, ketika sedang memikirkan lingkar lengan yang membesar, alihkan pikiran pada fakta bahwa Moms dalam kondisi sehat walafiat dan lengan itu telah banyak membantu Anda dalam bekerja dan mengasuh anak.

Stop membandingkan. Setiap individu itu unik dan di dunia ini tidak ada orang yang sempurna, Moms. Makanya, berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Daripada melihat ke luar, lebih baik temukan keunikan yang dimiliki diri sendiri. Barangkali Moms punya senyum indah, rambut berkilau, atau gerak-gerik yang luwes? Itu semua adalah daya tarik pribadi yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Jangan berhenti di permukaan kulit. Definisi cantik itu tidak berhenti pada penampilan luar. Kecantikan di dalam (inner beauty) seringkali justru menjadi faktor yang membuat seseorang kelihatan menarik. Kecerdasan, selera humor yang baik, sikap ramah, adalah contoh beberapa hal yang bisa membuat seseorang tampak seksi di mata lawan jenis. Pasangan Anda pasti sudah mengetahui berbagai kelebihan ini sejak lama, Moms.

Jadi, jangan lagi ragu menyambut ajakan pasangan untuk bermesraan, Moms. Singkirkan pikiran negatif tentang tubuh Anda dan bersiaplah untuk hanyut ke dalam petualangan bercinta yang menggairahkan!