Bisakah Kita Melatih Anak untuk Mengendalikan Emosinya?

Simak cara mengendalikan emosi anak yang belum pernah Moms ketahui ini Walau saat terjadi di depan mata nampaknya hal ini mustahil, tapi ternyata jawabnya bisa, Moms. Dan mengelola emosi sangat disarankan oleh para ahli parenting belakangan ini, karena manfaatnya bagi anak di masa depan sangatlah banyak. Jadi simak bagaimana cara mengendalikan emosi anak berikut Mengenal jenis emosi Buah hati Moms memang belum mengerti tentang berbagai emosi yang mereka rasakan. Bantulah ia mengenali jenis-jenis emosi. Ada macam-macam cara. Moms bisa membuat ekspresi pada wajah Moms lalu meminta anak menebak apa emosi yang sedang Moms rasakan. Ketika membacakan cerita bertanyalah pada anak kira-kira bagaimana perasaan tokoh dalam cerita tersebut. Ceritakan pada anak tentang perasaan Moms. “Hari ini mama sedih karena teman mama sakit.”. Buku cerita yang bertujuan membantu anak mengenali emosi juga banyak, manfaatkanlah, Moms. Batas-batas mengekspresikan emosi Ajarkan pada anak bagaimana cara mengendalikan emosi marah. Apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Anak boleh marah tapi tidak boleh berteriak-teriak, merusak barang, atau menyakiti diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Dengan memberi ruang pada ekspresi, niscaya emosi anak tidak akan menumpuk & meledak menjadi hal lain yang tidak sehat di kemudian hari. Tunjukkan sikap empati pada anak Sedapat mungkin hindari menghukum anak ketika ia bersikap buruk saat marah, sedih, atau kesal. Sebaliknya ajak anak menenangkan diri, tatap matanya, lalu katakan bahwa Moms mengerti perasaannya. “Mama tahu kamu marah karena adik merusak bukumu…” setelah itu ajarkan pada anak cara mengendalikan emosi anak dengan lebih baik. “Tapi bukan berarti kamu boleh memukul adik. Ini pelajaran agar lain kali kamu lebih berhati-hati menyimpan buku. Mari sama-sama kita perbaiki bukumu.” Mulai dari diri sendiri Sedapat mungkin bersikaplah dewasa di depan anak-anak. Atasi rasa stres, marah, dan hindari memarahi anak ketika ia melakukan kesalahan kecil. Lebih baik Moms menjauh dari anak untuk beberapa saat ketika ingin ‘meledak’. Bagaimana pun anak-anak belajar dari sikap orangtua. Ketika Moms mampu mengelola emosi, tanpa sadar Moms sudah mengajarkan bagaimana cara mengendalikan emosi pada anak.