Awas, Stres Berkepanjangan bisa Memperpendek Umur Kita!

Beban pekerjaan ditambah persoalan pribadi, masalah keluarga, dan lain-lain bisa menjadi sumber tekanan dalam pikiran alias stres dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya bisa mempengaruhi kualitas hidup, stres yang tidak ditangani dengan baik juga bisa memicu munculnya berbagai masalah kesehatan. Penelitian yang dilakukan di University of California, Amerika Serikat, membuktikan bahwa stres berkepanjangan bisa memperpendek usia kita, Moms. Apa yang jadi penyebabnya?

Risiko Diabetes & Penyakit Jantung MeningkatSaat stres, tubuh merespon dengan melepaskan hormon kortisol ke dalam darah. Hormon kortisol berguna untuk menyiapkan tubuh melakukan aksi “fight or flight”. Ini adalah reaksi tubuh untuk melawan (fight) atau menyelamatkan diri (flight) ketika menghadapi situasi berbahaya. Dalam hal ini, hormon kortisol berperan memicu pelepasan gula ke dalam darah yang akan digunakan sebagai sumber energi untuk aksi “fight or flight”.  

Jika stres berlangsung dalam jangka waktu lama, kadar hormon kortisol di dalam darah akan selalu tinggi dan pelepasan gula ke dalam darah terjadi secara terus-menerus. Dalam kondisi ini, hormon insulin bisa kehilangan sensitivitasnya dan gagal memproses gula dalam darah. Keadaan inilah yang disebut sebagai diabetes. Kondisi diabetes ditambah peningkatan tekanan darah akibat pengaruh hormon kortisol bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Waspada Ancaman DepresiStres yang tidak tertangani dengan baik juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi. Gangguan mental berupa depresi bisa berakibat menurunnya kemampuan otak untuk berpikir, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan mengingat informasi. Depresi juga bisa memicu masalah mental lain yang lebih serius seperti skizofrenia dan gangguan bipolar.

Bukan itu saja, kondisi depresi juga bisa meningkatkan kecenderungan seseorang untuk melakukan bunuh diri. Penelitian menyatakan bahwa 90% orang yang melakukan bunuh diri menunjukkan gejala depresi semasa hidupnya, yang antara lain ditandai dengan gejala insomnia, gelisah, dan sedih berkepanjangan. 

Kadar Hormon Kehidupan MenurunPenurunan kadar hormon klotho di dalam tubuh orang yang menderita stres kronis ini mengakibatkan fungsi tubuhnya juga ikut mengalami penurunan. Inilah salah satu penyebab orang yang mengalami stres kronis lebih rentan terserang penyakit degeneratif yang biasanya dialami oleh mereka yang sudah berusia lanjut, seperti alzeimer, osteoporosis, dan penyakit kardiovaskular. 

Belajar Mengendalikan Stres dengan BaikUntuk menghindari berbagai hal di atas, Moms perlu menguasai cara mengendalikan stres dalam kehidupan sehari-hari. Masalah memang merupakan bagian dari kehidupan, tetapi kita bisa melatih cara menyikapinya agar tidak sampai tenggelam dalam deraan stres berkepanjangan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan stres adalah melakukan latihan pernapasan, meditasi, serta mengasah sisi spiritual. Moms juga bisa mengajak seluruh  anggota keluarga untuk rutin berolahraga. Menurut penelitian, olahraga merupakan salah satu cara ampuh untuk menekan produksi hormon kortisol dan memicu produksi hormon serotonin yang bisa menghadirkan perasaan bahagia. Siap melakukannya di rumah ya Moms!