Awas, Pemakaian Gadget bisa Picu Gangguan Kejiwaan pada Anak

Kemajuan teknologi terasa bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan dan kenyamanan dalam kehidupan. Tapi di sisi lain, kemajuan teknologi juga menghadirkan banyak tantangan dan permasalahan baru di masyarakat.

Di sebuah rumah sakit di Jawa Barat, baru-baru ini kita dikejutkan oleh penemuan pasien pengidap gangguan kejiwaan yang dipicu oleh pemakaian gadget berlebihan. Ironisnya, usia mereka masih berada di kisaran 11-16 tahun. Mayoritas mengalami kecanduan gadget yang parah hingga dirinya tak lagi mampu menjalani pola kehidupan normal seperti anak-anak lain seusianya. Bagaimana ini bisa terjadi?

Kepribadian Abnormal akibat Gadget Sebuah penelitian yang dilakukan di Medan, Sumatera Utara, dan dipublikasikan dalam Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences (2019) menemukan adanya hubungan signifikan antara durasi dan frekuensi penggunaan gadget anak dengan kondisi mental dan emosional anak-anak.

Berdasarkan hasil penelitian, dari kelompok responden yang menggunakan gadget dengan durasi lebih dari 10 jam per minggu, sekitar 55,2% di antaranya memiliki kepribadian abnormal. Sedangkan pada kelompok responden yang menggunakan gadget selama 6-10 jam per minggu, sekitar 51,4% di antaranya memiliki kepribadian borderline (di ambang batas menuju abnormal).

Tingkatkan Risiko Depresi & Keinginan Bunuh Diri Penelitian lain yang dilakukan di Malaysia dan dipublikasikan dalam jurnal Gulf Medical Journal (2016) menyatakan bahwa anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget bisa memiliki keterikatan amat erat pada benda tersebut. Akibatnya, reaksi seperti marah, sedih, tidak nyaman, dan tidak percaya diri akan muncul apabila dirinya dipisahkan dari gadget.

Lebih lanjut, penelitian lain mengungkapkan bahwa peningkatan durasi pemakaian gadget buat anak-anak akan turut meningkatkan level perilaku agresif dan kurang sensitif terhadap kondisi lingkungan. Parahnya lagi, penggunaan gadget berlebihan juga bisa meningkatkan risiko masalah psikis berupa gangguan mood, depresi, ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), dan keinginan untuk bunuh diri.

Batasi Pemakaian Gadget di Rumah Guna menghindari bahaya gadget bagi anak, psikolog dan pakar pendidikan menyarankan orang tua menetapkan peraturan yang jelas terkait pemakaian gadget untuk anak kecil dan anak usia sekolah. Batasnya adalah tak lebih dari 1 jam untuk anak berusia 2-5 tahun dan tak lebih dari 2 jam untuk anak berusia 8-18 tahun. Jatah waktu tersebut juga tidak untuk diambil semuanya sekaligus, melainkan dibagi menjadi 2-3 sesi dalam sehari.

Pakar pendidikan juga menyarankan orang tua untuk memberikan lebih banyak pilihan kegiatan bagi anak-anaknya, terutama yang terkait dengan pengembangan bakat dan minat. Menambah jumlah aktivitas fisik di ruang terbuka juga amat disarankan untuk mengimbangi kecenderungan anak zaman sekarang yang lebih senang menghabiskan waktu di dalam rumah daripada bermain di luar. Dengan demikian, dampak negatif gadget bagi kesehatan anakā€”baik dari segi psikis maupun fisik, bisa ditekan seminimal mungkin.