6 Kesalahan yang Bikin Program Diet Gagal Total

Baik karena alasan kesehatan ataupun penampilan, tak sedikit di antara kita yang menjalani program diet untuk mendapatkan berat badan ideal. Masalahnya, banyak perempuan secara tidak sadar melakukan beberapa kesalahan yang malah berpotensi menggagalkan program diet yang sudah dijalankan dengan susah payah. Bagaimana diet yang baik dan apa saja kesalahan saat diet yang perlu dihindari?

Target Tidak Realistis Kisah Dewi Hughes yang berhasil menurunkan berat badan hingga puluhan kilogram dalam waktu singkat memang bisa menginspirasi banyak orang. Tapi, alih-alih terobsesi menyamai pencapaian Hughes, lebih baik Moms menetapkan target yang lebih realistis. Berdasarkan riset yang terbit dalam jurnal Obesity Research (2005), target berlebihan justru akan membuat seseorang lebih rentan mengalami putus asa dan berhenti berdiet dibandingkan target penurunan berat badan yang realistis—yaitu menurunkan hanya sekitar 10% dari berat badan dalam tempo setahun.

Terlalu Fokus pada Timbangan Ada banyak hal yang bisa mempengaruhi angka yang ditunjukkan oleh timbangan, Moms. Beberapa di antaranya adalah jumlah cairan di dalam tubuh dan jumlah makanan yang masih tersimpan di dalam saluran pencernaan. Menurut pakar kesehatan, berat badan seseorang bisa berfluktuasi pada kisaran 1,8 kg dalam sehari. Makanya, jangan gampang patah semangat bila berat badan Anda malah naik 0,5 kg setelah diet mati-matian. Bisa jadi, itu adalah berat cairan atau makanan yang tertahan di dalam tubuh akibat pengaruh hormon dan kurang asupan serat.

Tidak Mengimbangi Diet dengan Olahraga Diet sehat saja tanpa berolahraga memang bisa membuat berat badan turun. Tapi, penurunan berat badan tersebut tidak akan seoptimal apabila program diet sehat diimbangi dengan olahraga. Pasalnya, olahraga bisa membantu mengurangi jumlah massa lemak dan menambah jumlah massa otot sehingga tubuh bisa membakar lebih banyak kalori dalam satu waktu. Olahraga juga bisa membantu menstabilkan kadar hormon dan mengurangi penumpukan cairan di dalam tubuh.

Kurang Asupan Protein Mengonsumsi protein dalam jumlah cukup adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesuksesan program diet. Penelitian menyatakan bahwa konsumsi protein dalam jumlah cukup bisa membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama, meningkatkan metabolisme tubuh, dan melindungi massa otot selama program penurunan berat badan. Moms bisa mencukupi asupan protein dari konsumsi kacang-kacangan, susu dan produk olahannya, serta daging.

Tetap Mengonsumsi Minuman Manis Sudah capek-capek diet, tapi masih senang minum teh manis, sirup, dan soda? Itu sih sama saja dengan menyabotase diri sendiri, Moms. Pasalnya, kandungan kalori di dalam minuman manis itu sama saja atau bahkan lebih tinggi daripada kandungan kalori di dalam makanan. Kalau Moms tidak suka minum air putih, buat saja infused water dengan menambahkan perasan lemon, helaian daun mint, atau irisan buah stroberi ke dalam air untuk meningkatkan cita rasanya.

Tergantung pada Obat Diet Konsumsi obat-obatan untuk mendukung program diet memang kerap dilakukan oleh mereka yang menerapkan program diet cepat. Tapi jangan salah, Moms, ketergantungan pada obat diet bisa berbalik menjadi “senjata makan tuan”. Karena terbiasa minum obat, Moms jadi kesulitan menerapkan pola makan sehat dalam keseharian. Bukan itu saja, konsumsi obat diet dalam jangka panjang juga berisiko menimbulkan masalah pada organ hati dan ginjal. Daripada langsing tapi sakit-sakitan, lebih baik Moms menerapkan cara diet alami yang lebih aman dan bisa memberikan keuntungan jangka panjang, kan?