5 Tips Sexting untuk Pasangan LDR

Moms sedang menjalin hubungan jarak jauh atau LDR (long distance relationship) dengan pasangan? Sambil menanti saat pertemuan tiba, coba deh sesekali melakukan sexting alias saling berkirim pesan seksi dengan pasangan. Meski kelihatannya nyeleneh, sexting bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk memelihara kemesraan dan keintiman dalam hubungan jarak jauh. 

Bumbu Penyedap dalam PerkawinanMenurut sebuah studi yang dipresentasikan dalam ajang konvensi tahunan American Psychological Association, saling berkirim pesan “nakal” yang menjurus pada kegiatan intim berguna untuk memelihara kehangatan dalam rumah tangga. Berdasarkan hasil survey, semakin sering sexting dilakukan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pasangan suami istri terhadap pernikahannya. 

Selain berguna untuk pasangan LDR, pasangan yang tinggal serumah juga bisa memanfaatkan sexting sebagai “bumbu penyedap” dalam perkawinan. Saling berkirim pesan seksi di siang hari bisa menjadi foreplay menyenangkan sebelum bermesraan di kamar pada malam harinya. 

Bukan itu saja, menurut peneliti, bahasa tulisan dalam sexting juga bisa mengatasi kecanggungan yang biasanya muncul ketika berbahasa lisan. Jadi jangan heran bila pasangan yang biasanya irit mengungkapkan kata-kata mesra bisa lebih ekspresif ketika sedang sexting. Tertarik untuk mencoba? Simak tips berikut ya Moms.

Pilih waktu yang tepatMeski sexting bisa berperan sebagai selingan menyenangkan di tengah hari yang sibuk, hindari mengirim pesan ketika pasangan sedang berada di tengah rapat penting. Bukan hanya bisa membuyarkan konsentrasinya, pop-up message dari Anda juga berisiko terbaca oleh orang lain. Lebih baik lakukan saat jam makan siang atau di waktu senggang lainnya. Banyak pasangan LDR memilih melakukan sexting menjelang tidur agar bisa dilanjutkan dengan kegiatan pribadi selanjutnya di dalam kamar. 

Kreatif, tapi tahu batasanBereksperimen dengan kata-kata seksi memang menyenangkan. Sebagai sumber inspirasi, Moms bisa memanfaatkan dialog dari novel, film, cerita teman, dan lain-lain. Tapi meski begitu, Moms juga tetap mesti bijak menimbang saat melakukan sexting agar tidak sampai melanggar batasan tertentu. Jangan sampai pasangan malah jadi turn off gara-gara bahasa yang kelewat vulgar dan “cringy”.

Kirim foto yang amanSebagai variasi, boleh juga sesekali mengirimkan foto sebagai ilustrasi teks. Tapi ingat Moms, jangan kirimkan foto kelewat seksi yang berisiko menimbulkan masalah bila terjadi hal-hal tidak diinginkan seperti gadget hilang atau pesan terbaca orang lain ya. Kiriman foto lingerie yang diletakkan di atas tempat tidur dengan tambahan pesan menggoda juga sudah cukup untuk menghangatkan suasana.

Cek dua kali sebelum kirimBarangkali ini tips yang paling penting dilakukan agar pesan pribadi Anda tidak sampai tersasar ke grup keluarga besar, teman kantor, atau bahkan mertua!  Biar aman, cek dua kali sebelum memencet tombol send dan jangan lakukan sexting ketika Anda sedang mengantuk, untuk menghindari pesan terkirim ke orang lain.

Jangan simpan riwayat sextingMeski menyenangkan untuk dibaca kembali di lain waktu, biasakan segera hapus riwayat sexting yang baru saja Anda lakukan ya Moms. Nggak mau kan, kalau cerita percintaan jarak jauh dengan pasangan sampai terbaca oleh si kecil atau siapa pun yang sedang meminjam gadget Anda?Selamat mencoba, Moms!