5 Kiat Menepis “7-Year Itch”

Moms pernah dengar istilah “7-year itch”? Ini adalah istilah yang digunakan untuk menyebut penurunan tingkat kepuasan dan meningkatnya risiko perceraian ketika usia pernikahan menginjak 7 tahun. Bukan sekadar mitos, data dari lembaga U.S. Census Bureau di Amerika Serikat yang dikumpulkan antara tahun 1922-1990 menyatakan bahwa perceraian kerap terjadi pada usia pernikahan sekitar 7 tahun.

Menurut hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology, penurunan tingkat kepuasan dalam perkawinan biasanya disebabkan oleh hubungan monoton selama bertahun-tahun. Setelah kehadiran anak, pasangan suami istri cenderung memosisikan diri sebagai orang tua dan kurang memprioritaskan perhatian pada hubungan mereka berdua. Moms bisa menerapkan beberapa langkah berikut untuk menghindari fenomena 7-year itch.

Memelihara KomunikasiSesibuk apa pun, sediakan waktu untuk menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan. Bila sedang berjauhan, Moms dan pasangan bisa saling menyapa dengan bantuan gadget untuk menanyakan kabar atau sekadar berbagi berita dan cerita lucu. Manfaatkan juga waktu beberapa menit menjelang tidur untuk ngobrol tentang berbagai hal. Jalinan komunikasi yang baik akan membantu memelihara kedekatan hubungan dan sikap saling terbuka di antara Anda dan pasangan.

Menghabiskan Waktu BersamaSelain rekreasi bersama keluarga, sempatkan juga menikmati kencan berdua dengan pasangan, misalnya pergi ke restoran favorit, nonton film, atau menikmati hobi. Honeymoon setelah menikah juga bisa menjadi cara ampuh untuk memelihara kemesraan bagi pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun. Tak perlu merasa bersalah jika pergi berdua saja tanpa anak-anak, Moms, karena kebahagiaan pasangan suami istri amat memengaruhi kebahagiaan seluruh anggota keluarga.

Menunjukkan Sikap TerbaikSetelah menikah, pasangan suami istri biasanya merasa tak perlu lagi mengerahkan usaha terbaik untuk membahagiakan pasangannya. Misalnya, berhenti menata penampilan, berkata lemah lembut, dan mencurahkan perhatian kepada satu sama lain. Sikap “taken for granted” ini mesti dihindari agar Moms dan pasangan bisa memelihara sikap respek, komitmen, dan ketertarikan pada satu sama lain. Bukan hanya penting untuk memelihara kehangatan pernikahan, kesediaan untuk menunjukkan sikap terbaik juga penting untuk perkembangan pribadi Anda berdua. 

Tidak Saling MembandingkanDi dunia ini tak ada manusia dan pernikahan yang sempurna. Karena itu, hindari membandingkan pasangan dan pernikahan Anda dengan milik orang lain. Percaya deh Moms, di balik tagar #couplegoals dalam setiap unggahan di media sosial, ada individu dan pernikahan tidak sempurna yang tentu saja tak akan diumbar ke luar oleh pemiliknya. Kebiasaan membandingkan justru bisa membuat Anda gagal melihat dan mengasah potensi yang dimiliki pasangan dan diri sendiri.

Mensyukuri Kehadiran PasanganSikap bersyukur dan selalu melihat sisi positif dari segala sesuatu akan membantu Moms dan pasangan mengatasi berbagai masalah dalam perkawinan. Baik itu masalah finansial, pengasuhan anak, maupun problema dengan keluarga besar. Seringkali, pasangan suami istri sudah begitu terbiasa akan kehadiran satu sama lain sehingga tidak menyadari dan lupa mensyukuri betapa berharganya kehadiran sang pasangan hidup.Jika diterapkan secara konsisten, tips menjaga hubungan di atas akan membantu Moms melalui usia perkawinan 7 tahun (dan puluhan tahun berikutnya) dengan mulus. Selamat mencoba!