5 Kesalahan yang Bisa Menghambat Program Hamil

Sudah sekian lama menjalani program hamil, tapi tak kunjung menemukan tanda dua garis biru pada testpack? Coba telusuri kebiasaan sehari-hari Anda dan pasangan, Moms. Jangan-jangan ada kesalahan yang tidak sengaja dilakukan, tapi berpotensi menjadi penghambat kehamilan. Meski kelihatannya tidak berbahaya, beberapa hal di bawah ini bisa menjadi biang keladi pasangan suami istri tak kunjung mendapatkan momongan:

1. Hubungan Intim Terlalu Sering / JarangKesalahan saat program hamil yang paling sering dilakukan pasangan suami istri adalah frekuensi berhubungan intim yang tidak pas. Terlalu jarang bercinta bisa membuat Anda melewatkan jadwal ovulasi (pelepasan sel telur). Padahal, sel telur hanya bisa bertahan selama sekitar 24 jam setelah dilepaskan. Jika masa ini terlewati, Moms mesti menunggu siklus ovulasi berikutnya agar bisa hamil.

Sebaliknya, frekuensi hubungan intim yang terlalu sering juga tidak disarankan karena bisa meningkatkan level stres pada diri Anda dan pasangan. Saat dilanda stres, tubuh akan mengalami gangguan keseimbangan hormon yang bisa memengaruhi fungsi hormon reproduksi dalam mengatur siklus ovulasi. 

2. Keliru Menghitung Masa SuburCara terbaik untuk menyukseskan program hamil adalah dengan melakukan hubungan intim selama masa subur. Yang disebut masa subur adalah perkiraan waktu terjadinya ovulasi. Beda dengan sel telur yang umurnya hanya 24 jam, sel sperma bisa bertahan hidup di dalam rahim hingga 5 hari. Dengan demikian, ketika ovulasi terjadi, sudah ada sel sperma yang menanti di dalam rahim untuk membuahi sel telur yang baru dilepaskan sehingga kehamilan bisa terjadi. 

Rata-rata masa subur perempuan terjadi pada hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama menstruasi terakhir. Ini berlaku jika siklus menstruasi Anda berlangsung selama 22-35 hari. Tapi bila Moms memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, mintalah bantuan dokter untuk menghitung perkiraan masa subur. Anda juga bisa menggunakan alat bantu berupa test kit atau memanfaatkan aplikasi di smartphone untuk menghitung masa subur.

3. Memakai Pelumas saat Berhubungan IntimPemakaian pelumas memang berguna untuk melancarkan proses penetrasi. Tapi hati-hati Moms, penelitian menyatakan bahwa pemakaian pelumas saat bercinta bisa mengurangi peluang kehamilan. Tidak seperti cairan vagina yang merupakan medium yang baik untuk pergerakan sel sperma menuju sel telur, pelumas memiliki nilai pH dan kekentalan tertentu yang justru menghambat gerakan sel sperma menuju sel telur.

Daripada memakai pelumas buatan, lebih baik Moms memperpanjang masa foreplay sehingga rangsangan yang diberikan oleh pasangan bisa meningkatkan produksi cairan vagina dan cairan pra-ejakulasi yang berperan sebagai pelumas alami.

4. Terlalu Sering BerolahragaOlahraga memang berguna untuk memelihara stamina, menyeimbangkan kadar hormon, dan memelihara kesehatan organ reproduksi. Tapi jangan salah Moms, olahraga yang dilakukan secara berlebihan justru bisa mempengaruhi siklus menstruasi dan menghambat terjadinya ovulasi. Hal ini kerap ditemukan pada atlet perempuan yang menjalani porsi latihan tambahan untuk menghadapi perlombaan.

Untuk menghindari olahraga mengganggu program hamil, konsultasikan pada dokter mengenai jenis olahraga yang disarankan serta porsi latihan fisik yang ideal bagi Anda dan pasangan ya Moms.

5. Tidak Mengelola Stres dengan BaikPenyebab terhambatnya kehamilan yang juga sering ditemukan adalah stres yang tidak dikelola dengan baik oleh pasangan suami istri. Saat stres, keseimbangan hormon dan fungsi hipotalamus (bagian otak yang berperan mengatur siklus menstruasi) akan mengalami gangguan sehingga memengaruhi siklus menstruasi dan proses ovulasi. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan latihan pernapasan, pijat, dan menikmati hobi untuk membantu mengendalikan stres. Ajak pasangan melakukannya juga ya Moms, karena stres yang dialami pria bisa mengakibatkan masalah disfungsi ereksi yang turut menghambat program hamil.