5 Kebiasaan Baik Yang Akan Membantu Mencegah Nyeri Haid

Jika Anda mengalami nyeri haid, Anda tidak sendirian. Sekitar 80% wanita mengalami nyeri haid pada tahap tertentu dalam hidup mereka. Bahkan, para wanita bisa menderita nyeri haid dari awal masa remaja hingga menopause. Kebanyakan wanita mengalami ketidaknyamanan selama menstruasi, terutama pada hari pertama. Namun, sebanyak 5% sampai 10% wanita merasakan rasa sakit yang cukup parah, termasuk nyeri haid, sehingga hal itu mengganggu hidup mereka.

Jika ibu Anda menderita nyeri haid, kemungkinan besar Anda juga akan mengalami hal yang sama. Pada 40% wanita, nyeri haid biasanya disertai dengan gejala yang dirasakan saat PMS, seperti kembung, kurang konsentrasi, suasana hati berubah-ubah, dan kelelahan. Kabar baiknya, menerapkan lima kebiasaan baik berikut ini dapat membantu mencegah nyeri haid.

Mengurangi makanan asin dan berlemak

Menstruasi sering kali disertai dengan nafsu makan yang besar, terutama untuk ngemil makanan yang penuh dengan minyak, gula, dan garam. Sayangnya, hal ini bisa membuat perut terasa seperti berisi angin dan kram Anda menjadi lebih buruk karena makanan asin cenderung meningkatkan retensi air dan membuat Anda merasa lebih kembung. Selain itu, mengonsumsi makanan berlemak juga meningkatkan kemungkinan kram dan nyeri haid.

Mengurangi kafein

Kita sering tidak memperhatikan berapa banyak cangkir kopi yang dihabiskan saat kita sedang sibuk bekerja, bahkan saat bekerja dari rumah. Padahal, terlalu banyak kafein menurunkan suplai darah ke otot-otot rahim. Untuk mengurangi kemungkinan kram dan nyeri haid yang semakin parah, cobalah kurangi asupan kafein selama menstruasi. Tidak itu saja, sebaiknya Anda juga mengatur jadwal minum kafein, karena umumnya pengaruh kafein bisa dirasakan enam jam setelah dikonsumsi. Contohnya, usahakan untuk mengonsumsi minuman yang mengandung kafein maksimal sebelum pukul 14.00, agar pada malam selama menstruasi Anda bisa tidur lebih pulas.

Cukup tidur

Ketika Anda tidak cukup tidur, tubuh melepaskan lebih banyak hormon kortisol yang memengaruhi kelenjar yang mengatur hormon Anda. Dengan hormon yang tidak seimbang, Anda bisa saja mengalami nyeri haid dan menstruasi tidak teratur yang akan berdampak negatif pada siklus Anda.

Rutin berolahraga

Penelitian telah menemukan bahwa wanita yang berolahraga secara teratur cenderung tidak mengalami nyeri haid, kram, dan gangguan mood. Olahraga juga dapat melepaskan hormon bahagia seperti endorfin. Jika memungkinkan, lakukan olahraga di luar ruangan saat pagi hari sambil menikmati sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D. Sembilan puluh persen vitamin D yang kita dapatkan berasal dari paparan sinar matahari pada kulit, dan sisanya dari sumber makanan seperti susu, telur, dan ikan. Studi lainnya menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu menormalkan siklus menstruasi hingga meredakan nyeri haid dan gangguan mood.

Mengonsumsi makanan berserat tinggi

Pola makan yang kaya serat akan membantu mengurangi risiko gejala PMS yang mengganggu dan juga mencegah nyeri haid. Untuk itu, perbanyaklah porsi sayuran dan buah-buahan di saat menstruasi. Brokoli, sawi, kale, dan bayam mengandung beragam nutrisi yang akan membantu mencegah nyeri haid. Jenis sayuran hijau tersebut juga mudah diolah dan rasanya enak. Untuk buah-buahan, nanas dan jeruk dapat menjadi pilihan karena kaya akan vitamin C dan mudah ditemukan di supermarket saat Anda membutuhkannya.

Tahukah Anda, mengonsumsi pil KB juga dapat membantu mencegah nyeri haid yang mengganggu aktivitas. Dengan mengonsumsi pil KB, lapisan dinding rahim menjadi relatif lebih tipis, sehingga jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi lebih sedikit. Kontraksi otot rahim pun tidak begitu kencang dan nyeri haid juga berkurang. Dengan Elzsa, Anda dapat memperoleh manfaat lain. Pil KB ini dapat menjaga berat badan lebih stabil dan kulit lebih cerah. Anda juga dapat mengandalkan Elzsa untuk menstruasi yang lebih teratur.