4 Tips Mengasuh Anak Introvert

Di dunia yang memberi penghargaan lebih pada orang dengan tipe kepribadian ekstrovert, orang tua yang memiliki anak introvert menghadapi tantangan ekstra dalam mencari cara mengeluarkan potensi anak introvert. Pasalnya, anak introvert kerap disalahpahami sebagai anak yang memiliki kepribadian sulit, asosial, dan berbagai stigma negatif lainnya. Padahal sama sekali tidak begitu lho, Moms. Beberapa tips ini bisa menjadi panduan untuk orang tua yang mengasuh anak introvert.

Memahami Kepribadian Introvert Hal pertama dan terpenting yang perlu dilakukan orang tua adalah memahami kepribadian anak introvert. Tanpa pemahaman, orang tua akan mengira ada suatu hal yang keliru pada diri anaknya. Introvert adalah jenis kepribadian di mana seseorang cenderung fokus pada pikiran, perasaan, dan mood yang berasal dari dalam dirinya sendiri dibandingkan mencari stimulasi dari luar.

Beda dengan anggapan awam, para introvert bukanlah orang yang kesepian, tak punya teman, dan tidak memiliki keterampilan sosial. Mereka cuma punya selera dan kebutuhan sosial yang berbeda saja dari kebanyakan orang, Moms. Bagi para introvert, beraktivitas di tengah banyak orang bisa menghabiskan energi mentalnya. Untuk bisa pulih, ia perlu menyendiri dan melakukan hal-hal yang disukainya.

Cinta Tanpa SyaratStigma negatif tentang kepribadian introvert juga bisa membuat anak merasa ada masalah pada dirinya. Hal ini bisa mengikis rasa percaya diri anak introvert. Untuk menghindari hal tersebut, buatlah si kecil yakin bahwa ia akan selalu mendapatkan cinta tak bersyarat dari kedua orang tuanya.

Bukan sebatas kata-kata, tunjukkan hal itu dalam perbuatan, Moms. Misalnya, dengan tidak memaksa anak mengikuti audisi drama sekolah di luar kemauannya hanya karena Anda ingin ia berkembang menjadi lebih ekspresif. Dengan memaksa si kecil menjadi sesuatu yang bukan dirinya, anak bisa menangkap sinyal bahwa Anda tidak menerima dirinya apa adanya.

Bantu Anak Mengenali KelebihannyaAnak introvert punya banyak kelebihan yang tak dimiliki anak-anak lainnya, Moms. Mereka mampu berkonsentrasi dalam waktu lama, punya empati tinggi, memiliki pemahaman ruang yang baik, dan suka mengamati. Karena suka mengamati, mereka biasanya lebih cepat menangkap inti permasalahan dan mampu mencari solusi yang tepat.

Pastikan si kecil menyadari segala kelebihannya sehingga tidak merasa rendah diri dan membandingkan dirinya dengan anak ekstrovert yang lebih populer dan mampu memenuhi ekspektasi banyak orang. Sebagai inspirasi, perkenalkan ia pada tokoh-tokoh introvert yang berprestasi seperti Albert Einstein, J.K. Rowling, Bill Gates, dan Emma Watson.

Kesabaran Tanpa BatasTips mengasuh anak introvert selanjutnya adalah mencontohkan cara berinteraksi dengan orang lain, terutama pada orang yang tidak begitu dikenal. Ini terutama penting diterapkan pada anak yang masih kecil, Moms. Pasalnya, berinteraksi dengan orang lain merupakan aktivitas yang melelahkan bagi anak introvert. Dengan mengamati contoh dari orang tua, ia bisa melakukannya secara efisien tanpa perlu sering-sering melakukan usaha “trial and error” sendiri. Terakhir, berikan kesabaran tanpa batas dalam mendampingi setiap tahap perkembangan si kecil. Biasanya, anak introvert yang mendapat dukungan penuh dari keluarganya akan secara perlahan keluar dari zona nyaman ketika memasuki usia sekolah menengah. Ia akan mulai mau mencoba hal-hal baru dan belajar untuk lebih membuka diri. Meski tak akan menjelma menjadi sosok ekstrovert, ia akan memperluas lingkaran pertemanan seiring pengalamannya yang bertambah.