Sahabat Inspirasi

Sahabat Inspirasi

Card image
Setya Yulianti

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Perkenalkan nama saya Setya Julianti,biasa dipanggil Setya. Saya seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 anak yakni Salsabila (5,5 tahun) & Uways (22 bulan). Saya itu penikmat alam,waktu masih muda hobinya berkaitan dengan alam. Hingga suatu ketika setelah menikah 3 bulan, saya berkuda,saya menikmati hal itu,tapi sepertinya ada yang aneh dengan perut saya. Dan ternyata benar ada yang aneh di perut saya,Alhamdulillah saya dipercaya Allah dititipkan anak di rahim saya. Saat itu saya menikmati kehamilan pertama saya. Seperti biasa, menjadi wanita karir dan menjalani hobi menikmati alam. Usia kehamilan 4 bulan saya camping dan naik gunung. Alhamdulillah babynya enjoy dan sayapun menikmati hobi saya.
Memasuki trimester terakhir sepertinya saya kewalahan.

Saat melahirkan anak pertama, saya dan suami saya memilih metode melahirkan secara normal,kita bersabar dengan prosesnya. Namun baru proses pembukaan kedua saya sudah tidak kuat lagi dengan proses 24 jam mules teratur tapi belum naik pembukaannya. Akhirnya suami saya memilih metode untuk di induksi karena tidak tega melihat saya kesakitan. Saya sudah pasrah dan kehilangan banyak tenaga. Sudah di induksi juga dan episiotomi juga, Alhamdulillah akhirnya lahir juga anak pertama kami dengan proses kelahiran normal. Dari proses melahirkan tersebut menimbulkan trauma untuk saya. Sejak saat itu saya bertekad dalam memberikan jarak kehamilan yang cukup untuk anak saya yang kedua. Berani bahagia dengan program kehamilan yang tepat sesuai perencanaan.

Setelah melahirkan, saya cuti 3 bulan dari bekerja. Lalu kembali lagi menjalani sebagai wanita karir. Anak pertama saya, dititipkan ke Ibu saya. Setiap saat saya juga ikut mengawasi tumbuh kembang anak saya. Saya memiliki dedikasi tinggi dengan pekerjaan. Sebagai sekretaris direksi saya jarang pulang tepat waktu dan sabtu minggu kadang keluar kota. Suami saya pun sering keluar kota menangani proyek. Jadi anak kami yang pertama kurang perhatian dari orang tuanya. Banyak fase tumbuh kembang yang terlambat pada anak kami. Pola makan pun lebih banyak hanya minum susu saja. Melihat banyak ketertinggalan yang terjadi pada anak saya, saya pun memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya. Mungkin saat itu pilhan yang teramat sulit. Setiap alasan saya resign selalu ditolak oleh Bu Direktur. Solusi terakhir saya resign itu adalah punya anak lagi. Kebetulan saat itu anak pertama
saya sudah 4 tahun. Untuk mengejar ketertinggalan yang terjadi pada anak pertama kami, akhirnya kami memutuskan untuk program hamil. Dan Alhamdulillah program hamilnya berhasil.

Seiring berjalannya waktu,untuk kehamilan anak kedua saya berjalan lancar,bahkan sampai usia kehamilan 9 bulan saya masih membawa kendaraan utk berangkat pulang pergi ke kantor. Tiba di suatu hari di usia kehamilan 37 minggu,saat saya meeting di kantor,saya merasakan ada air yang mengalir begitu saja dari rahim saya dan tidak bisa saya bendung lagi. Padahal saya belum serah terima pekerjaan,belum mengajukan cuti melahirkan karena Bu Direksi sangat keberatan jika saya mengajukannya. Dengan kejadian ini mau tidak mau beliau mengijinkan saya untuk cuti melahirkan.

Setelah di cek ke Dr kandungan ternyata hanya air ketuban merembes. Di hasil USG pun air ketubannya masih cukup untuk 2 minggu ke depan. Namun hal yang dinantikan belum kunjung datang. Disaat usia kehamilan sudah memasuki usia 40 minggu,belum ada perubahan. Kami diberikan kesempatan seminggu lagi untuk menanti prosesnya,jika tidak ada kemajuan akan dilakukan induksi lagi,sama seperti proses melahirkan anak pertama. Rasa trauma melahirkan itu muncul lagi. Alhamdulillah 3 hari kemudian pembukaan 1,lalu sampai 24 jam pembukaan cm naik 1 saja. Pembukaan 2 berhenti tidak naik lagi. Hingga 9 hari seperti itu, mules hilang. Jika di hari ke 14 belum keluar bayinya. kami pasrah jika memang harus di induksi atau operasi. Alhamdulillah esoknya anak kami lahir dengan proses 30 menit saja,tidak ada induksi,tidak ada jaitan,tidak ada episiotomi,karena kami memilih metode dengan hypnobirthing dan minim trauma. Saya melahirkan pun happy tidak berasa sakitnya. Akhirnya terbayarkan dengan proses yang begitu panjang dan lama.

Setelah anak kedua saya lahir, saya memutuskan untuk berhenti menjadi wanita karir. Buat saya saat ini,target karir saya adalah mengejar semua ketertinggalan tumbuh kembang anak pertama saya dan menjalani dengan bahagia mendidik dua anak saya. Untuk saat ini, Alhamdulillah saya bersyukur dengan takdir Allah,saya akan mendidik dua anak saya menjadi anak yang Sholeh & Sholehah,dan bahagia tumbuh kembang dengan ditemani orangtuanya.

Alhamdulillah dengan lahirnya anak kedua saya,saya jadi makin melek dengan informasi parenting, informasi tumbuh kembang anak, dan saya pun mengikuti komunitas di Jakarta. Alhamdulillah tumbuh kembang anak pertama dan anak kedua saya berjalan dengan baik. Salah satu komunitas yang saya ikutin adalah “Komunitas Booeboo Vaganza”. Sesuai dengan visi misi komunitas BV (Booeboo Vaganza) jadi ibu tetap sehat,cerdas,waras dan bahagia. Buat saya gabung di komunitas BV ini membuat saya menjadi punya teman seperjuangan dengan saya,visi misinya pun saya banget gitu.

Sebenarnya menjadi ibu rumah tangga itu pilihan. Kenapa tidak dari dulu yah. Berkarir tidak hanya dari kantor saja sebenarnya. Seperti yang sedang saya menjalani saat ini. Selain aktif di komunitas BV, Alhamdulillah saya bisa berwirausaha juga dengan menjual produk hasil dari petani. Jadi buat saya pribadi, jika mau sukses itu harus berbagi kesuksesan dengan yang lainnya. Maka saya dan teman-teman saya merangkul beberapa petani di daerah Pati,Jawa Tengah dan kebetulan salah satu teman kami,orangtuanya adalah petani bawang merah dan pengumpul bawang merah. Jadi kami langsung memesan dengan harga sesuai dengan petani yang mau,yang sesuai lah (kalau tengkulak kan selalu menekan harga). Kami kumpulkan dan bawa ke Jakarta untuk kami jual kembali dengan kualitas bawang yang super. Kami menjual produk dengan kualitas bukan hanya kuantitas dan harganya pun bisa bersaing dengan harga pasaran. Selain wirausaha bawang, saya juga bekerjasama dengan teman saya yang kebetulan orangtuanya nelayan,jika hasil laut orangtua nya banyak kami akan bawa ke Jakarta, dan kami menjualnya kembali. Hasil laut yang segar, berkualitas dan harga pun bisa bersaing dengan harga pasaran.

Buat saya hidup itu pilihan,tidak usah terlalu di pikirkan,action saja dulu,hasilpun akan mengikuti action kita. Selalu positif thinking dengan takdir Allah. Allah sesuai dengan prasangka hamba Nya.

Berani berbahagia dengan memiliki program kehamilan yang tepat dan sesuai perencanaan,itu adalah saya,saya banget.

Sekian cerita dan pengalaman hidup saya.
Terimakasih.

Setya Julanti
Yang masih belajar menjadi Ibu